HAI SITI
SIRI WAK DEDAP BERSUNGUT
HAI SITI
(Kamus kekata susah, Wak sadiaken kat bawah)
Sebenarnya yang akan Wak Dedap ceritakan tak ada hubungan dengan si mbak yang bernama awal Siti, apakah Siti Nurhaliza, Siti Nordiana yang berprofesi sebagai penyanyi atau Siti Liner yang selalu korang naik kalau nak ke Extra tu. Sebutan Hai Siti tu hanya plesetan dari judul sebenarnya. Kan kata orang-orang terkenal, kalau membuat judul, biarlah menarik minat dan bombastis. Kalau kata orang Malaysia, GLEME GITU. Sebenarnya judul di atas adalah ICT (ai si ti). Itu lho, singkatan dari Information and Communication Technology. Walaupun artinya Teknologi Informasi dan Komunikasi, orang sini mengartikan dengan teknologi komputer. Jadi kalau ada yang cakap ICT, maksudnya lebih kurang yang ada hubungan dengan komputer lah tu. Teringat pulak Wak, akan sebuah organisasi yang besar, tapi tak ada bunyi sama sekali. Namanya OIC, itu lho organisasi masyarakat Islam sedunia. Bacaan singkatan yang betul adalah O AI SI, namun, tapi sering diejek jadi OH AI SI , yang kembali ditulis dalam bahasa Inggris OH I SEE. Mengapa sampai timbul 'ledekan' seperti itu. Pasal negara-negara yang tergabung dalam OIC tu, selalu saja berkelahi, tak pernah bersatu, dan manfaatnya dalam kemaslahatan umat masih jauh dari yang diharapkan. Jadi, kalau ada anggota yang mengusulkan, eh kitorang harus bersatu lho. Mereka cakap Ooooh I see, terus berkelahi lagi. Ada lagi yang bilang, kita harus membantu negara anggota kita yang miskin atau telah dimiskinkan seperti Indonesia tu. Mereka bilang, Ooooh I seee, sambil terus aja sibuk ngan urusan masing-masing. Eh masss, Irak diserang lho, terus mereka bilang Ooooo I see, terus menengadahkan tangan minta jangan sampaaaaaai lah negera mereka diserang pulak. Bukannya bersama-sama mbantu Irak, malah dorong-dorongan satu sama lain. Eh elu dong maju dulu, gua sakit kaki nih. Kata yang lain, eh mak gua sakit, lo aja maju duluan, ntar kalau dia sembuh, baru gua maju. Waktu kawannya nanya, kok lama banget mak lu sakit, sakit apa sih. Anu, kakinya dua-dua nya diamputasi, gua nunggu kakinya tumbuh lagi. So, jadilah organisasi bernama OIC, namun berfungsi NATO (no action, talk only). Eh kang, nyasap deui yeuh.....geura balik a tuh.
Eh, sampai mana kita. Oh ya, HAI SITI tadi ya. Wak Dedap yang sering jalan ke Pasar malam, selalu memperhatikan bagaimana para pedagang begitu berhasilnya mengolah informasi yang mereka peroleh, diolah, diramu, kemudian disampaikan ke calon pembeli, akhirnya pembeli tertarik membeli karena hujah pedagang yang kelihatannya masuk akal jugak. Sebagai misal, ada pedagang yang menjual kerang yang biasanya dia jual RM 2 sekilo, sekarang dia jual RM 1.8 sekilo. Apa yang dia cakap: "'aaaaaaaa, kelang-kelang bossss, manyak mulah la boooooos. Dulu gua jual 2 linggit, sikalang 1.8 linggit saja. Lalu Wak tanya, apsal harganya turun toke ? Dia jawab: aaaa, bosss tau la, itu amelika suda mali ka ILAK la, jadi halga manyak mulaaaaah. Tuuuuuu kaaaaan. Dimana logikanya. Apa orang IRAK mbeli kerang ? Dan karena USA sulah latang, diolang tak sempat beli, terus persediaan melimpah, dan harganya kerang jadi turun. Singkat cerita, Wak tak jadi beli kerang tu, pasal waktu Wak deteksi dengan hidung Wak yang terer ni, tu kerang dah bau. Mungkin 80 peratusnya dah tewas, karena kaget dengar bunyi bom Amerika. Satu lagi contoh, penjual buah. Dua minggu lalu buah apel 12 biji RM 4, minggu lalu diorang pasang label harga sebesar-besar gajah, "Epal USA 18 biji for RM 6". Banyaknya yang beli, soalnya yang dagang cakap, ini epal banyak murah, karena Amerika dibenci orang dan banyak yang biokot epal Amerika tu, jadi harganya merudum. Hayyyyo murah-murah, epal amerika...murah-murah..... Apa betul apel tu murah. Sekilas aja kalau kita lihat, harga apel tu sama saja. Coba aja hitung, anak SD aja tahu kalau 12 biji RM 4, dah tentulah 18 biji Rm 6. Ya tak. Dah tu, apsal ente ikut beli. Eh, Wak Dedap juga ikut beli lho. Bukan apeee, selain cuman itu saja yang paling murah (sahibul hikayatnya kita punya kocek sudah kanker laaa), side effect nya itu. Maksudnya ada efek dari samping Wak, senggol-senggolan lah pulaaaak, manalah tau, sambil milih buah apel, kesenggol pepaya hawai ke, pepaya bangkok ke (eit....jangan mikir yang aneh-aneh ya...Wak tak rido...tak rido...tak rido....iiiiiiih, gitu deh kammmmmu....awww).
Jadi, gitulah, kuli-kuli yang notabene pekerja kasar saja telah berusaha keras memanfaatkan kilasan informasi dengan kualitas alakadarnya, dan mereka olah, seterusnya dikomunikasikan pada kita calon pembeli. Mungkin saja yang mereka olah tu informasi sampah dan kemudian dikomunikasikan ngan kita. Kita ni yang bijak pandai, lalu mengolah dengan mesin intelejensia kita yang pawe dan berkesimpulan, oooooo mungkin betul informasi tu. Terus ditariklah kesimpulan, setelah menguji beberapa hipotesis, saya akan beli buah tu. Sebabtu lah agaknya ya, uban kat kepala ni tambah banyak, pasal, untuk beli apel 12 biji aja, pakai hipotesis segala siiiih.Tuuu lah, ya, kadangkala Wak yang berkecerdasan cukup tinggi ini (dibanding tetua Wak), tertipu jugak dengan informasi yang dah diolah ni. Pernah kan satu kali di Kolej KTDI ada spanduk besar berbunyi: MALAM PESTA TANGLUNG SEMPENA ULANGTAHUN KTDI. SEMUA DIJEMPUT HADIR. Tanglung tu maksudnya lampion. Wak pikir, kalau PESTA lampion tentu meriah, warna-warni. Pokoknya pikir Wak Dedap, pasti hebatlah. Malam tu, Wak ajaklah anak dan istrinya Wak nak nengok PESTA lampoin tu. Sampai kat sana Wak dan keluarga kecewa sangat. Lampion warna warni yang diharapkan tak ada, CUMA ADA SATU BIJI dan mereka mengadakan PESTA. Haramjadah betul pikir Wak. Maka dengan muka ditekuk, kamipun pulang. Singkat kata PENONTON KECEWA. Namun waktu kat rumah, Wak pikir, di spanduk itu cuma ditulis PESTA TANGLUNG, diorang tak cakappun tanglungnya banyak. Yang penting ada TANGLUNG dan ada PESTA dah la tu. KIRA OKE LAH TUUUU. Satu lagi, kata spanduk tu SEMUA DIJEMPUT HADIR. Apsal pulak Wak datang sendiri, bawa keluarga lagi, tunggulah DIJEMPUT. Kalau TAK DIJEMPUT toksahlah datang !!!!!. CHHEHHHHHHHHH.........ICT punya pasal.....Huuuuuuuuh, PTUI......BRET CUIII...... menyesal gua.
Vokabulari:
GLEME : glamour, keren
Apsal : apa pasal, mengapa
Toke : bukan tokek, tulisannya betulnya Taw Keh,
maksudnya juragan, orang berduit
Suda mali ka Ilak : sudah datang ke IRAK
Terer : teror, terirfic, hebatlah.
Peratus : persen
Merudum : menurun
Epal : orang Malaysia nyebut apel tu EPAL
Toksahlah : Tak usahlah, janganlah.
Pawe : power, sama dengan tere, cuma beda
penggunaan.
Haramjadah : jadah yang haram, istilah ini sebagai
rempah je.....lebih kurang dengan brengsek
lu....
