Blog Adiwirman

Sunday, May 15, 2005

HAI SITI

SIRI WAK DEDAP BERSUNGUT

HAI SITI
(Kamus kekata susah, Wak sadiaken kat bawah)

Sebenarnya yang akan Wak Dedap ceritakan tak ada hubungan dengan si mbak yang bernama awal Siti, apakah Siti Nurhaliza, Siti Nordiana yang berprofesi sebagai penyanyi atau Siti Liner yang selalu korang naik kalau nak ke Extra tu. Sebutan Hai Siti tu hanya plesetan dari judul sebenarnya. Kan kata orang-orang terkenal, kalau membuat judul, biarlah menarik minat dan bombastis. Kalau kata orang Malaysia, GLEME GITU. Sebenarnya judul di atas adalah ICT (ai si ti). Itu lho, singkatan dari Information and Communication Technology. Walaupun artinya Teknologi Informasi dan Komunikasi, orang sini mengartikan dengan teknologi komputer. Jadi kalau ada yang cakap ICT, maksudnya lebih kurang yang ada hubungan dengan komputer lah tu. Teringat pulak Wak, akan sebuah organisasi yang besar, tapi tak ada bunyi sama sekali. Namanya OIC, itu lho organisasi masyarakat Islam sedunia. Bacaan singkatan yang betul adalah O AI SI, namun, tapi sering diejek jadi OH AI SI , yang kembali ditulis dalam bahasa Inggris OH I SEE. Mengapa sampai timbul 'ledekan' seperti itu. Pasal negara-negara yang tergabung dalam OIC tu, selalu saja berkelahi, tak pernah bersatu, dan manfaatnya dalam kemaslahatan umat masih jauh dari yang diharapkan. Jadi, kalau ada anggota yang mengusulkan, eh kitorang harus bersatu lho. Mereka cakap Ooooh I see, terus berkelahi lagi. Ada lagi yang bilang, kita harus membantu negara anggota kita yang miskin atau telah dimiskinkan seperti Indonesia tu. Mereka bilang, Ooooh I seee, sambil terus aja sibuk ngan urusan masing-masing. Eh masss, Irak diserang lho, terus mereka bilang Ooooo I see, terus menengadahkan tangan minta jangan sampaaaaaai lah negera mereka diserang pulak. Bukannya bersama-sama mbantu Irak, malah dorong-dorongan satu sama lain. Eh elu dong maju dulu, gua sakit kaki nih. Kata yang lain, eh mak gua sakit, lo aja maju duluan, ntar kalau dia sembuh, baru gua maju. Waktu kawannya nanya, kok lama banget mak lu sakit, sakit apa sih. Anu, kakinya dua-dua nya diamputasi, gua nunggu kakinya tumbuh lagi. So, jadilah organisasi bernama OIC, namun berfungsi NATO (no action, talk only). Eh kang, nyasap deui yeuh.....geura balik a tuh.

Eh, sampai mana kita. Oh ya, HAI SITI tadi ya. Wak Dedap yang sering jalan ke Pasar malam, selalu memperhatikan bagaimana para pedagang begitu berhasilnya mengolah informasi yang mereka peroleh, diolah, diramu, kemudian disampaikan ke calon pembeli, akhirnya pembeli tertarik membeli karena hujah pedagang yang kelihatannya masuk akal jugak. Sebagai misal, ada pedagang yang menjual kerang yang biasanya dia jual RM 2 sekilo, sekarang dia jual RM 1.8 sekilo. Apa yang dia cakap: "'aaaaaaaa, kelang-kelang bossss, manyak mulah la boooooos. Dulu gua jual 2 linggit, sikalang 1.8 linggit saja. Lalu Wak tanya, apsal harganya turun toke ? Dia jawab: aaaa, bosss tau la, itu amelika suda mali ka ILAK la, jadi halga manyak mulaaaaah. Tuuuuuu kaaaaan. Dimana logikanya. Apa orang IRAK mbeli kerang ? Dan karena USA sulah latang, diolang tak sempat beli, terus persediaan melimpah, dan harganya kerang jadi turun. Singkat cerita, Wak tak jadi beli kerang tu, pasal waktu Wak deteksi dengan hidung Wak yang terer ni, tu kerang dah bau. Mungkin 80 peratusnya dah tewas, karena kaget dengar bunyi bom Amerika. Satu lagi contoh, penjual buah. Dua minggu lalu buah apel 12 biji RM 4, minggu lalu diorang pasang label harga sebesar-besar gajah, "Epal USA 18 biji for RM 6". Banyaknya yang beli, soalnya yang dagang cakap, ini epal banyak murah, karena Amerika dibenci orang dan banyak yang biokot epal Amerika tu, jadi harganya merudum. Hayyyyo murah-murah, epal amerika...murah-murah..... Apa betul apel tu murah. Sekilas aja kalau kita lihat, harga apel tu sama saja. Coba aja hitung, anak SD aja tahu kalau 12 biji RM 4, dah tentulah 18 biji Rm 6. Ya tak. Dah tu, apsal ente ikut beli. Eh, Wak Dedap juga ikut beli lho. Bukan apeee, selain cuman itu saja yang paling murah (sahibul hikayatnya kita punya kocek sudah kanker laaa), side effect nya itu. Maksudnya ada efek dari samping Wak, senggol-senggolan lah pulaaaak, manalah tau, sambil milih buah apel, kesenggol pepaya hawai ke, pepaya bangkok ke (eit....jangan mikir yang aneh-aneh ya...Wak tak rido...tak rido...tak rido....iiiiiiih, gitu deh kammmmmu....awww).

Jadi, gitulah, kuli-kuli yang notabene pekerja kasar saja telah berusaha keras memanfaatkan kilasan informasi dengan kualitas alakadarnya, dan mereka olah, seterusnya dikomunikasikan pada kita calon pembeli. Mungkin saja yang mereka olah tu informasi sampah dan kemudian dikomunikasikan ngan kita. Kita ni yang bijak pandai, lalu mengolah dengan mesin intelejensia kita yang pawe dan berkesimpulan, oooooo mungkin betul informasi tu. Terus ditariklah kesimpulan, setelah menguji beberapa hipotesis, saya akan beli buah tu. Sebabtu lah agaknya ya, uban kat kepala ni tambah banyak, pasal, untuk beli apel 12 biji aja, pakai hipotesis segala siiiih.Tuuu lah, ya, kadangkala Wak yang berkecerdasan cukup tinggi ini (dibanding tetua Wak), tertipu jugak dengan informasi yang dah diolah ni. Pernah kan satu kali di Kolej KTDI ada spanduk besar berbunyi: MALAM PESTA TANGLUNG SEMPENA ULANGTAHUN KTDI. SEMUA DIJEMPUT HADIR. Tanglung tu maksudnya lampion. Wak pikir, kalau PESTA lampion tentu meriah, warna-warni. Pokoknya pikir Wak Dedap, pasti hebatlah. Malam tu, Wak ajaklah anak dan istrinya Wak nak nengok PESTA lampoin tu. Sampai kat sana Wak dan keluarga kecewa sangat. Lampion warna warni yang diharapkan tak ada, CUMA ADA SATU BIJI dan mereka mengadakan PESTA. Haramjadah betul pikir Wak. Maka dengan muka ditekuk, kamipun pulang. Singkat kata PENONTON KECEWA. Namun waktu kat rumah, Wak pikir, di spanduk itu cuma ditulis PESTA TANGLUNG, diorang tak cakappun tanglungnya banyak. Yang penting ada TANGLUNG dan ada PESTA dah la tu. KIRA OKE LAH TUUUU. Satu lagi, kata spanduk tu SEMUA DIJEMPUT HADIR. Apsal pulak Wak datang sendiri, bawa keluarga lagi, tunggulah DIJEMPUT. Kalau TAK DIJEMPUT toksahlah datang !!!!!. CHHEHHHHHHHHH.........ICT punya pasal.....Huuuuuuuuh, PTUI......BRET CUIII...... menyesal gua.

Vokabulari:

GLEME : glamour, keren
Apsal : apa pasal, mengapa
Toke : bukan tokek, tulisannya betulnya Taw Keh,
maksudnya juragan, orang berduit
Suda mali ka Ilak : sudah datang ke IRAK
Terer : teror, terirfic, hebatlah.
Peratus : persen
Merudum : menurun
Epal : orang Malaysia nyebut apel tu EPAL
Toksahlah : Tak usahlah, janganlah.
Pawe : power, sama dengan tere, cuma beda
penggunaan.
Haramjadah : jadah yang haram, istilah ini sebagai
rempah je.....lebih kurang dengan brengsek
lu....

Wednesday, May 11, 2005

Wak Dedap

WAK DEDAP 2005
BAGAI RUSA MASUK KAMPUNG

Tersebutlah waktu Wak Dedap masih makan bangku sekolah SD di kampung nan jauh dari jangkauan apapun (termasuk rudal Amerika), kami seminggu dua kali diajarkan peribahasa (maaaak panjangnya kalimat). Mulai dari peribahasa "berakit-rakit dahulu, berenang-renang ketepian" (karena rakitnya hilang) sampailah peribahasa yang agak canggih jika dinilai dengan ukuran kepala hotak Wak Dedap waktu dulu. Nah, ada satu peribahasa canggih tersebut yang masih Wak Dedap ingat. Bunyinya begini : "bagai rusa masuk kampung". Lah dimana canggihnya? Lah, kan jika mau mengerti pribahasa tersebut harus tahu dulu sifat-sifat rusa dan apa pula itu kampung. Apa tak canggihnya, Wak Dedap baru mengenal rusa setelah kuliah di Bogor, itu ha, di Institut Penggebuk Bantal, termasuk Institut tercanggih di rantau ini he he. Tapi, apapun jua, arti peribahasa tersebut lebih kurang begini: "orang yang terheran-heran karena baru melihat suatu perubahan". Mau dibilang terkagum-kagum tidak pulak. Kalau kata orang Jakarte sana: Gatek lah, atau gagap teknologi. Ya, seperti seseorang terkaget-kaget karena disamping henponnya berbunyi kuat, vibratornya hidup pulak. Jadilah kaget campur geli-geli enak, karena si henponnya ditaruh dalam saku celana, tak jauh dari si Tugu Monas. Mau nanya bagaimana mengecilkan bunyi dan mematikan vibratornya malu pulak. Apalagi si henpon tadi berjenama terkini dan tercanggih di rantau ini. Malu dong. Telepon canggih dan terkini, si empunya tak tahu pula mengendalikan benda baru tersebut. Orang seperti ini dapatlah diberi istilah: bagai rusa masuk kampung.
Eh, berbalik dengan cerita Wak Dedap tadi, yang layak diberi istilah seperti di atas. Begini ceritanya. Sahibul hikayat, sudah lama Wak Dedap tak ke PK. PK? itu lah Pusat Kesihatan Pelajar. Waktu baru sampai di depan PK tersebut, mulailah si rusa ini tadi seperti baru masuk kampung (biasanya di hutan Riau sanaaaa, jauuuuuuuh lah). For the first impression (lah pakai bahasa inggris lah pulak) waktu Wak Dedap sampai di depan PK tu, pangling juga. Eh, betul ke ni PK. Eh ternyata itu PK lah berubah jenama pulaaaaak. Namanya sekarang Pusat Kesihatan Mahasiswaaaaaa.... Cehhhhh lah mahasiswa namanya ya. Serasa di Indon pulak, pakai nama mahasiswa. Tak apalah, biar ber-kelllllasss lah sikit ye. Karena ada kata Pusat Kesihatan tadi Wak Dedap merasa tak nyasar. Terus Wak Dedap nak masuk ke PK eh PKM tu. Tolak pintu kaca........keriuuuuuuuut (bunyi ini tak ada, cuma dramatisasi Wak Dedap aja). Pintu tebukak; mak nyuuuuuuuuuuuuuuuuuusssssss......sejuuuuuknye. Muka Wak Dedap diterjang udara ekon. Ekon? AC laaaaaah. Wuih sejuknya, lah baru pula ekon PKM ni ya. Orang dah ber-ISO lah pulak ye. Mana badan ni demam, kena ekon pula, iiiiiih tegak bulu roma Wak Dedap ni. Lepas tu......
Sambil memeluk badan sendiri, karena dek sejuk tadi, Wak pergilah ke kaunter. Ambil kad matrik, sretttt, langsung bagi kat kaunter. Dengan penuh percaya diri Wak Dedap berkata: (ceh, macam pidato pulak). "Ade Doktor Kasim?". Eh dengan selamba, si petugas bilang gini:
"Ceeeeek, kena ambik nomboooo laaaaa"
"Tuuuu ha, kat sebelah situuuuuuu"
"Picit butang, ambik nombo tuuuuuu"
Dalam hati Wak Dedap: "wuih, lah pakai nombo lah pulaaaaak? Dulu, bagi kad matrik, terus bilang nak ke Doktor X, sudahlah. Sekarang? Lah pakai nomboooooo pulaaaaak. Wak Dedap eh si Rusa pun pegilah picit tu butang. Ctek.....cuiiiiiiiiit......serrrrt, eh kelua nombooooo lahhhhh. Canggih nyeeeeeeee. Kat kampung Wak Dedap tak de lah yang macam niiiiiiiiiiiiiiii. Lalu Wak Dedap ambik tu nombo, langsung bagi kat kaunter tadi. Eh, sekali lagi si petugas cakap gini:
"Ceeeeeek, kene beratoooooooo laaaaaah, kiu kiu"
Dalam ati Wak Dedap: " eh kena beratooooo lagi" kat kampung Wak tak pakai beratoooolah. Disana, sakit tak sakit, siapa kuat menerobos sistim antrian kita (yang melingkar itu, bergerombol) dia lah dapat karcis duluan. Indon maaaaaaaat. Kelllllllassss punya.
Dalam ati Wak Dedap : berato pun beratooooolah. Pakai nomboooo pulak tu. Kan yang penting sehat eh siiiiiiiiihat. Pakai huruf iiiiiii. kalau kat kampung Wak Dedap, pakai eeee.
Dipendekkan cerita (eit, masih panjang lagi niiiii). Wak Dedap pun dipanggillah ke bilik Doktor. begini bunyinya: "nombo 4329 sile ke bilik 3". Tak betul? Aaaaaah lebih kurang lah bunyinya ya. Sesampainya ke hadapan Doktor paporit Wak Dedap, mulailah laporan sakit x sebelah sini, sakit y sebelah sana, sakit z ada sikit, batuk sekali-sekali (tak kan lah batuk sekaligus banyak kali ya, nanti bunyinya uhurrrrrrrrrkk..........pula). Setelah pak Doktor memeriksa, dia bilang:
" Ya sudah, sila tunggu kat luar, kat farmasi"
"(Wak Dedap)....?????????????"
"Ya sudah, sila encik tunggu kat luar ya, kat farmasi"
"(Wak Dedap).... ???????????? plus mengernyitkan dahi.
Akhirnya Wak Dedap beranikan diri bertanya: "Resit untuk ambil ubat mana Doktoooooooor"
"Eh, sekarang tak pakai itu encik, semua dah kompiuter, langsung dibaca di farmasi"
Waaaaaaaaaaaaaaaah..... lah tak pakai resit sekarang ya, pakai kompiuteeeeeeer lah sekarang.
Wak Dedap terkejut dengan perkembangan baru ni. Hai, orang lah terlalu lama kat kampung eh kat utan sana. Sekali lagi si Rusa ini tadi nak mampus terheran heran. Resit ubat lah pakai kompiuter pula. Untung pak Doktor tak nambah daftar ubat ngilangkan muka merah Wak Dedap ni ya. Alahaiiiiii, sudahlah demam, maluuuuuuu nya ini. Nggak ketulungan.
Dah dulu ah, nanti Wak Dedap sambung lagi dengan cerita Wak Dedap masuk perpustakaan dan Wak Dedap kehilangan motor ya. Pasti seru punya.
Vokabulari :
Tercanggih di rantau ini : maksudnya hebat di sekitar Asean lah
Nombo : nomor
Beratooooo, kiu, kiu : antri
Kellllllaaassss : hebat dah
Maaaat : panggilan untuk orang ke dua (laki-laki)
Bilik : ruang, kamar
Farmasi : orang kita cakap apotik lah.
resit : secarik kertas tanda terima, mirip kwitansi lah
kat : di (sebagai pengganti kata depa di)
Kompiute : Komputer
??????????? : ????????????? juga he he